18.34
Cinta Janda Yang Di Larang (Epiosde 2)
DWN TIDAK SENDIRI
Sebelumnya bagi pembaca awal alias langsung membaca episode 2, alangkah baiknya episode pertama dulu. Dikarenakan sang penulis tidak akan menerangkan dari awal untuk episode 1. Lagi pula jika anda membaca episode 1 maka akan lebih mendalami episode 2 ini. Sehingga lebih enak dan nyaman dalam membaca Cinta Janda Yang Di Larang Episode 2. Silahkan membaca Episode 1.

Sebelumnya cerita ini telah mendapatkan ijin secara lisan kepada orang yang mengalami kejadian ini alias si Yati (nama samaran). Saya kira Yati (masih nama samaran) ini benar-benar penasaran terhadap comment-comment dari temen-temen. Soalnya ketika saya ceritakan bahwa saya telah membuat suatu tulisan tentang dirinya, malah dia memberikan kelanjutan kisah cintanya dengan Polisi muda itu. Mendengar kelanjutan ceritanya yang semakin menarik, lalu saya berinisiatif untuk meminta ijin membuat Episode 2. “Ra po po.. Tapi komentare aku di dudohi lho!!”, Ujar Yati. Lalu terjadi tertawa kecil, di sela-sela kesibukan kami sebagai among tamu di hajatan guru satu sekolahan (10/2).
Nah dalam kisah selanjutnya ini, ternyata masalah semakin meruncing. Pasalnya ketika Orang tua Yati mulai agak lunak alias sang ibu mulai memberikan kesempatan kepada sang Polisi muda itu, sekarang malah dari pihak orang Polisi yang menjauhkan kedua pasangan itu. Sungguh sangat tidak bisa dibanyangkan, ketika yang dahulunya mendukung sekarang malah melarang. Memang, tabiat seseorang sulit untuk di tebak.
Larangan dari Orang tua Polisi ternyata disampaikan langsung kepada orang tua Yati. Orang tua Polisi tersebut mengatakan bahwa agar Yati jangan sering bertemu dengan anaknya. Setelah orang tua Polisi tersebut pergi, seketika itu juga di memberitahukan kepada Yati. Dan Yati pun malah berkata, “E e… Opo ora kewalik to Bu?”. Dalam benak Yati justru yang mengatakan itu seharusnya malah Ibu saya. Soalnya yang sering ke rumah adalah si Polisi tersebut. Yati pun merasa bingung sekaligus takut. Karena belum tumpul satu duri, lalu tumbuh satu lagi. Sungguh jalan cinta yang amat sulit.
Mungkin dalam benak orang tua Polisi tersebut, ada sesuatu ketakutan ketika anaknya yang seorang Polisi harus menikahi seorang Janda. Pasalnya yang mengajukan untuk cerai adalah si Yati. Jika dilihat dari sisi tersebut, maka saya pun akan berfikir panjang untuk menikahkan Putra saya yang seorang Polisi kepada Janda tersebut. Tapi sekali lagi jangan menilai orang dari luarnya saja.
Di Sela-sela kesibukan kami sebagai among tamu, malah kami jadi bergosip tentang orang tua Polisi tersebut. Yati mengatakan bahwa katanya orang tua Polisi tersebut mempunyai pesugihan. Soalnya menurut info yang Yati dengar, setiap anak dari orang tua Polisi tersebut seusai menikah pasti anak-anaknya selalu minggat. Entah ada apa tapi selalu ada masalah. Bahkan kejadian itu juga mendera adik Polisi tersebut. Sekali lagi ini hanya gossip, dan belum tentu kebenarannya. Mungkin dalam benak Yati, setelah ia menikah, apakah kejadian itu juga akan menimpa dirinya. Lantas dia berfikir bagaimana dengan putrinya yang masih kelas 2 SD jika harus minggat.
Ya begitulah kisah dari Cinta Janda yang dilarang Episode 2. Berat dan semakin berat perjalanan cintanya. Sejak dulu beginilah cinta. Deritanya tiada akhir. Saya kira hanya Tuhan yang tahu bagaimana akhir kisah Janda ini.
Dan Semoga kisah Asmara ini tidak mendera dalam kehidupan kita. Baik Penulis maupun pembaca,. Tak lupa mari kita doakan agar Sang Janda segera menemukan jalan yang terbaik bagi kehidupannya.
18.45
Keuntungan Diderita Mahasiswa D3 Ikomp
DWN TIDAK SENDIRI

Musim Regristasi telah dimulai dan telah mencapai titik akhir. Untuk mahasiswa MIPA memang dikhususkan pada titik akhir. Walaupun penjadwalan MIPA di fokuskan pada titik akhir, akan tetapi mahasiswa MIPA bisa melakukan regristasi pada awal. Penggolongan itu sebenarnya dilakukan agar pembayaran lebih terfokus. Terlebih dapat memudahkan para petugas yang menangani regristasi.
Untuk mahasiswa D3 Ilmu komputer angkatan 2008, regristasi kali ini agak berbeda dari biasanya. Karena keuntungan yang diderita oleh mahasiswa D3 Ilkomp angkatan 2008 semakin bertambah. Hal ini disebabkan karena terjadi pengurangan biaya untuk semester 4 ini. Pasalnya Biaya yang dulunya sekitar 1.888.000-an sekarang turun menjadi 1.813.500. Dari keterangan tersebut jika dihitung-hitung keuntungan yang diderita para mahasiswa adalah sekitar 70 ribuan. Cukup miris.
Beberapa mahasiswa bahkan menderita keuntungan yang lebih parah. Pasalnya beberapa para mahasiswa ini ternyata melakukan pengajuan dana kepada orang tua sekitar 2 juta (Bayangkan 2 juta). Sehingga total keuntungan yang diderita mahasiswa d3 Ilkom angkatan 2008 untuk semester ini sekitar Rp 186.500,00. Sungguh angka yang tidak sedikit untuk dimilki. Jika kita memahami hal ini cukup memprihatinkan.
Memang sulit dipercaya atau bahkan hal ini diluar pikiran kita. Rasa-rasanya Mahasiswa d3 ilkomp seperti “sudah tidak jatuh dan mendapat durian runtuh”. Pepatah dari orang terkenal itu, memang tepat untuk mengambarkan mahasiswa d3 ilkomp angkatan 2008. Pasalnya mereka yang biasanya hanya menderita keuntungan sebesar 111.500 sekarang mendapat tambahan lagi sekitar 70.000. Sungguh derita keuntungan yang tidak sedikit.
Ada beberapa hal yang dapat dipetik dari peristiwa ini. Bagi mahasiswa d3 ilkom angkatan 2008, semoga dengan bertambahnya keuntungan yang diderita mereka, menjadikan semacam cambuk kuat. Bahkan cambuk yang perih dan membekas. Agar dengan cambukan tersebut dapat meningkatkan minat dan niat untuk berkuliah dengan Khidmat. Ingat kuliah dengan khidmat.
Turut berdukaDWN
18.05

Musim-musim ini sebenarnya tidak hanya musim penghujan, musim duren dan musim rambutan saja, akan tetapi ada musim lain yaitu musim regristasi mahasiswa. Dalam musim regristasi mahasiswa ini juga identik dengan ramai dan antrian yang panjang. Seperti biasa orang tidak suka dengan antre, begitu juga dengan beberapa mahasiswa. Mereka sangat tidak suka apa yang namanya antrian lama. Entah ada kepentingan lain, atau malah mementingkan hal-hal yang tidak penting. Agar mereka tidak dalam posisi tidak menyenangkan itu, mereka lalu mencari cara, trik, teknik bahkan jurus ampuh untuk menjauhkan mereka dari posisi antrean lama.
Memang benar, mahasiswa selalu dididik untuk selalu berfikir kritis. Dalam proses berfikir kritis inilah ternyata ditemukan beberapa celah-celah yang bisa menguntungkan kemaslahatan mereka. Ya tentunya yang dimaksud tetap sama yaitu mengenai antrian panjang ini. Nah karena didorong itikad untuk terjauhkan dan terhindar dari antrian lama, maka mereka menggunakan cara tersebut. Jelas yang dimaksud adalah cara perjokian.
Eit…. He he tidak hanya dalam penjualan tiket dan ujian masuk Perguruan tinggi saja yang aja perjokian. Dalam regristasi mahasiswa pun juga ada. Malah cara ini yang terkesan aman dan nyaman. Tinggal mencari orang kepercayaan untuk melaksanakan pembayaran. Mudahkan?
Berikut adalah triksnya :
- Ketika anda mendapatkan nomor urut 2344 sementara nomor panggilannya baru sampai 56 maka silahkan mencari orang kepercayaan yang mempunyai nomor urut dekat dengan 56.

- Jika sudah mendapatkan orang yang kita percaya dan dekat dengan nomor yang dipanggil, segera berikan uang dan slip penyetoran.
- Nah tahap selanjutnya berikan instruksi agar nantinya didalam ruangan penyetoran, orang yang kita percaya ini juga menyetorkan uang kita (Ketika didalam ruangan silahkan mencari teller yang berbeda)
- Berikutnya adalah tinggal duduk manis menunggu orang kepercayaan kita keluar.
- Jika sudah keluar jangan lupa mengasih tip atas jasa-jasanya.
Cara ini benar-benar sangat ampuh, dan telah terbukti secara nyata. Karena pembuatan tulisan ini didasarkan pada kisah nyata. Dan penulis melihat hasilnya secara langsung. Dan penulisan ini didasarkan itikad baik untuk menolong mahasiswa yang lain. Dikarenakan penulis benar-benar tidak tega ketika harus meleihat teman-temannya menderita ditengah antrean lama. Sungguh menakutkan.
Segala sesuatu pasti ada kelemahannya demikian juga trik ini. Berikut ada kelemahannya :- Satu orang hanya untuk dua penyetoran. Jika berlebih satpam akan mencurigai anda. Dan trik ini bisa gagal.
- Perlu orang yang sangat dipercaya dan mau rela berkorban untuk anda. Jika anda menemukan orang yang salah, bisa-bisa anda kehilangan sejumlah uang yang diniatkan untuk membayar.
Terlepas dari itu semua kelemahannya, trik ini tetaplah trik yang cukup jitu. Nah jika anda masih dalam proses regristasi dan dalam antrian lama maka sudah saatnya menggunakan trik diatas. Silahkan dicoba dan buktikn hasilnya.
Selamat MencobaDWN